There is never enough hours in the day | Illustration by Priscilla Wong


satu tahun yang lalu masih putih abu- abu
namun waktu menggerus ingatan menyisakan serpihan tawa
di mana pun kalian ,semoga sukses mengikuti jejak langkah kalian,
teriring doa di sela sela tawa kalian yang bersendau di dalam kepala
Lomography Camera of the Day - Holga 120CFN
Aku memang berjalan,terkadang menoleh
Ogahku lihat 180 derajat, 90 derajat pun aku sudah lengah
Garis garis bilangan membagi masa waktumu
Dalam lini masa, ku ikat bayangmu
Aku tak mau pikir tentang itu
Nanti kuadrat- kuadrat bayangmu ‘kan membagi habis isi kepalaku
Berapa banyak peluang kau kembali pun
Uh, tak mau aku mencarinya
Sudut sudut yang telah susut tak mau lagi tegak lurus
Sejajar pun tidak
Titik puncak mata kita tak lagi beradu
melayang dibawah garis Cartesisus
Tutup saja sudah, isi saja semaumu
A sampai Z pun aku tidak peduli
Saya menghitung hari, tidak terasa sudah banyak yang berlalu, Setahun yang lalu, ini hari bahagia saya, 19 April 2012. Saya selesai UN. Rasanya lega,saya ingat setahun lalu di jam seperti ini, saya sedang duduk -duduk santai sambil ngobrol dengan sahabat saya Linda, di Ragusa. Dalam bayangan saya kala itu, sekarang saya sudah jadi mahasiswa, mahasiswa gizi UI,dulu inginnya begitu.
Setahun kemudian, sekarang. Saya sedang duduk mengetik tulisan ini,mencoba mencari sarana menulis,setelah diterpa kebosanan bertubi- tubi.
Banyak yang menanyakan, apakah saya menyesali keputusan saya untuk menunda? Saya selalu mantap,mengatakan, “tidak”.
Memang begitu adanya, setahun ini saya belajar banyak,belajar bersyukur,
Saya sebelumnya tidak pernah mengeluh ini bosan, saya berusaha teguh. Namun akhir- akhir ini titik klimaks dari segalanya. Pikiran saya digerus. Digerus bukan oleh berbagai soal persiapan PTN, namun hal- hal yang seharusnya tidak perlu saya pikirkan.
Sialnya, saya berusaha menghilangkannya bukan dengan menarik buku dan membacanya tapi hanya menonton TV. Ini menggerus saya.
Saya tahu harus bagaimana, saya harusnya banyak berdoa,dan mengalahkan pikiran saya sendiri dengan konsentrasi belajar. Tapi ini sulit sekali. Namun dalam tulisan ini saya mau belajar berikrar untuk berbuat sebagaimana semestinya.
Terima kasih sudah mengintip tulisan saya, haha. Ini yang saya rasakan , semoga bisa menjadi inspirasi :)
This was my favorite TV serial when i was a little kid!
Amigos X Siempre X)
voila! c’est eiffel
Sur la tour eiffel,
I just ended my late night discussion with my brother. we discussed about many things, but the most interesting subject is when we finally found a conclusion about friendship’s relation.
Yes,surely, we ever felt messed up, or pissed up by our friends. but in the other hand, we have to confess that they still had goodness.
yeah, people always have 2 side, as a human sometimes we could be a jerk and sometimes we could be a wise-man. Me too, But i think , me and you are never wanted to be a jerk, we are trying to be, yeah as wise as we could be, but sometimes troubles come and messed things up.
Expecting people for always understand us is innocent.
Lately i think, i was really wrong for hate or feel disappointed with others, because i surely ever do it too, but i wasnt really mean, so maybe they were too.

