Bienvenue a tous!




Profile


inggrita emanuelin (-n) : a cup of tea who seeks blocks of sugar

In front of you, there is a nice human, with the beautiful soul which is hidden. He speaks softly. He is surrounded by his knowledge and intellegence. If you look inside,you can see how cool he is. Your kind of cool






“There comes a time when the world gets quiet and the only thing left is your own heart. So you’d better learn the sound of it. Otherwise you’ll never understand what it’s saying.”

Sarah Dessen, Just Listen (via wordsnquotes)




“That’s why I’m talking to you. You are one of the rare people who can separate your observation from your preconception. You see what is, where most people see what they expect.”

John Steinbeck, East of Eden (via wordsnquotes)




“She wanted to be alone, but not lonely. That was very different; that was something that ached and hurt dreadfully right inside one.”

Elizabeth Von Arnim, The Enchanted April (via wordsnquotes)




“You should never hate anyone, even your worst enemies. Everyone has something good about them. You have to find the redeeming quality and love the person for that.”

Jeannette Walls, The Glass Castle (via wordsnquotes)




“Loneliness, insomnia, and change: the fear of these is even worse than the reality.”

Mignon McLaughlin (via wordsnquotes)




“I lived in books more than I lived anywhere else.”

Neil Gaiman, The Ocean at the End of the Lane (via wordsnquotes)




Einstein

Einstein





“I grew, day by day, more moody, more irritable, more regardless of the feelings of others.”

Poe, Edgar Allan. “The Black Cat.” (via wordsnquotes)




New York
November 10, 1958
Dear Thom:


…First — if you are in love — that’s a good thing — that’s about the best thing that can happen to anyone. Don’t let anyone make it small or light to you.

Second — There are several kinds of love. One is a selfish, mean, grasping, egotistical thing which uses love for self-importance. This is the ugly and crippling kind. The other is an outpouring of everything good in you — of kindness and consideration and respect — not only the social respect of manners but the greater respect which is recognition of another person as unique and valuable. The first kind can make you sick and small and weak but the second can release in you strength, and courage and goodness and even wisdom you didn’t know you had.

You say this is not puppy love. If you feel so deeply — of course it isn’t puppy love.

But I don’t think you were asking me what you feel. You know better than anyone. What you wanted me to help you with is what to do about it — and that I can tell you.

Glory in it for one thing and be very glad and grateful for it.

The object of love is the best and most beautiful. Try to live up to it.

If you love someone — there is no possible harm in saying so — only you must remember that some people are very shy and sometimes the saying must take that shyness into consideration.

Girls have a way of knowing or feeling what you feel, but they usually like to hear it also…

And don’t worry about losing. If it is right, it happens — The main thing is not to hurry. Nothing good gets away.


Love,

Fa

Steinbeck, John. ”Falling in Love: A 1958 Letter.” Letter to Thomas Steinbeck. 10, Nov. 1958. 

  • Steinbeck shared his words of wisdom about love with his eldest, teenage son, Thom, who confessed to have fallen desperately in love with a girl named Susan while at boarding school. Read full letter here

(via wordsnquotes)




“Everything we hear is an opinion, not a fact. Everything we see is a perspective, not the truth.”

Marcus Aurelius (via wordsnquotes)




“Do not be trapped by the need to achieve anything. This way, you achieve everything.”

Frank Herbert, Dune (via wordsnquotes)




Alergi dan Inggit

Halo semuaaa,
Jadi siang hari dengan suhu 27° di kota yang udaranya sepoy-sepoy bikin ‘gumoh’ ngapain-ngapain , saya berencana menceritakan tentang alergi di tengah liburan..hiks…hiks…

Oke, jadi pada dasarnya,menurut catatan rekam medis saya selama 20 tahun mengembara di dunia yang fana ini, alergi adalah penyakit yang paling sering saya alami sedari masih polos imut-imut kayak foto di samping kiri :3
Alerginya beraneka ragam jenisnyaa, mulai alergi debu, alergi panas, alergi kena sinar matahari kebanyakan,alergi bulu kucing, sampai terakhir kali ini alergi eksim.

Alergi debu,panas, sama kena sinar matahari kebanyakan ini alergi yang paling sering muncul terutama setelah pindah ke Depok yang suka gersang gak ketulungan.

Sebenarnya 3 alergi ini mengurangi eksistensi saya sebagai orang timor *wesss*.
Ya iyalaah, gilaa, orang timor alergi debu panas sama sinar matahari kebanyakan itu mau jadi apa cobaaa. Harusnya debu panas sama sinar matahari itu makanan sehari-harinya orang timor!! Ibaratnya panas sama sinar matahari itu denyut nadinya orang timor.
Alergi ini mengurangi kadar ketimoran 25%.

Saking parahnya ini alergi, gue pernah kena alergi ini di kelopak mata,stra-te-gis.
Alhasil kelopak mata gue putih sendiri sampe dikira pake maskara bahkan temen smp gue saat itu nanya dengan tidak berbebannya, “itu lo pake maskara apa panuan sih?”
Hikkkkkkkkkksssss. Maskara? PANUAN?
BUKAAAAN INI ALERGIIIIII. Ya kali panuan :”/).

Selama seminggu diberondong pertanyaan , “mata lo kenapa?” “Itu kelopak lo panuan?” Berkali-kali mesti jelasin “ALERGI WOY.” Rasanya pengen pake name tag, “LAGI ALERGI”.

Ini alergi bencana banget buat gue, gue udah pake salep , ke dokter umum, dokter kulit, hasilnya nihil, gak mempan.

Sampe akhirnya datanglah sesosok malaikat ngasih obat ke gue, obatnya cair gitu dan harus stand by dikipas angin. Gak ngerti? Gue juga cengo doang waktu dibilang gitu.

Pas coba gue tetes di kelopak. Gue ngerti kenapa harus stand by dikipas angin. Rasanya ituuuuu ONDE MANDEEE RANCAA BANAA.. PEDESSSSSS…WAWAWA
Pas baru setetes itu dan ternyata pedes ,gue udah panik sendiri. “AAAK PEDES PEDESS AKK BUTA GUE BUTAAA!!INGGIT BISAA BUTAAA.. KIPASSSS”.

Sepupu gue yang panik akhirnya membimbing gue ke arah kipas angin.. gilaa pas anginnya menghempas ke kelopak mata…rasanya kayak baru lepas dari sakratul maut…
Lama kelamaan sembuh jugaa dan hidup gue kembali normal.

Lanjut dengan alergi absurd berikutnya : BULU KUCING.
Dari awal ,semenjak gue belum bisa membaca pun gue paling gak suka sama makhluk yang waktu kecil gue sebut cuking ini. Tiap kali dia ada di deket gue, gue langsung membangun kubu pertahanan dan persiapan kabur kalau-kalau si cuking ini sok-sok manja ke arah gue.

Jadilah kala itu, gue masih kelas dua SMP. Di samping sekolah gue, ada warung kecil, namanya warung Pak Budi. Entah dari mana ia berasal ,tiba-tiba ada satu ibu cuking yang melahirkan cuking-cuking lainnya.
Temen-temen gue yang tau betul ,gue benci ini makhluk dari sini ke bulan balik lagi ke sini, gendong-gendong anak kucing dan hendak melemparkannya ke gue.
Makanya tiap kali balik sekolah, gue selalu ambil ancang-ancang lari jarak jauh.
Daaan gara-gara ulah ini alergi gue kambuh . Tapi alergi kali ini berbentuk mata ikan. DI TELAPAK.diulangi. DI TELAPAK KAKI.
Pake sepatu rasanyaa menderitaaaa, apalagi pas ekskul futsal rasanya mamamiaaaa.
Bayangin gak sih mata ikan di telapak kaki :”“”“”) saat itu yang ada dalam pikiran gue ,”kasian anak-anak gue kelak, surganya ada mata ikan.”
Dan gara-gara gue paksain buat main futsal , mata ikannya pecah dan luka :”/)
Terus gue nanya sepupu gue, ada pengobatan tradisionalnya gak buat sembuhin mata ikan yang berujung luka. Sepupu gue layaknya tabib dari negeri Flores bilang, “pake kunyit bakar aja git!sembuh pasti.”
Oke. Setelah pulang sekolah gue cuci kaki, pakein alkohol yang tiap 5 detik setelah gue tempel ke luka itu bikin gue berucap ” Bapa kami yang ada di surgaaaaaaa”.
Di tambah kunyit bakar..rasanya NYESSSSSSSSS… gue pengen novena aja.

Sampe akhirnya tante gue yang perawat liat dan dia penasaran kenapa gue jalannya pincang-pincang gitu. Pas dia tahuu, hebohnya sungguh luar biasaaaa. INI KALO KAMU PAKE JALAN TERUS BISA INFEKSI,APALAGI KALO KAMU PAKSA MAIN FUTSAAAAAL!!.

OKE TANN OKEE .SIPPP.
jadilah besoknya gue ke carolus dan dibawa kebagian dokter kulitnya.
Pas dia liat luka gue , dia nanya,
“Wah kamu pasti suka banget ya sama kucing?”
Gue hanya menatap nanar dokter itu.
“Gak dok,saya gak suka banget sama kucing.”
Dia bingung. “Anjing kali ya? Pelihara di rumah?”
“Gak juga dok,saya gak pelihara binatang.”
Ya kali gue pelihara binatang, bisa perang mawar jilid dua sama nyokap. Satu-satunya yang pernah gue pelihara cuma anak ayam warna warni selama 5 menit karena dia hilang entah kemana habis itu.
“Wah tapi ini kamu karena alergi bulu binatang makanya kayak gini.”
Gue menerawang. Kapan gue main sama binatang yaa. Tiba-tiba tergurat wajah polos penuh kelicikan : wajah AGRI!! Temen sekelas gue yang punya hobi psikopat bawa anak kucing lari-lari ke arah gue tiap pulang sekolah.
Setelah dikasih obat salep dan antibiotik , Inggrit pun sehat lagi yeeeee.

Setelah sekian lama gak alergi. Akhirnya sebulan yang lalu ,munculah ruam-ruam di kulit. Gue kira alergi non Timor gue kambuh, gue kasih salep biasa. Gaaak ilang tapinyaa dan ditambah bumbu gatel!! Terus gue kasitau tante gue ,soalnya tante gue pernah ngalamin gitu juga,terus gue dibawa ke apotik gitu,naah dikasih salep dan obat. Jreng jreeeng sembuh! Gue pun bisa ikut UAS tanpa hambatan.
TE TA PI
setelah libuurr tepatnya seminggu yang lalu,kambuhlah alergi inii!! Terus gue ke dokter kata dokter gue kena neurodermatitis,semacam alergi. Gue disuruh banyak olahraga karena denyut jantung gue lemah jadi peredaran darah gue gak bagus dan vena gue jadi gak bener ,dimana kalo vena yang bawa darah kotor gak bener bisa bikin alergi. Ditambah lagi gue sedang stress.
Lah? Bingung. Bahkan gue gak tau gue lagi stress.. tapi gue teringat katanya Yunita ,”kalo lo bahkan gak sadar lo lagi stress,itu justru paling bahaya karena lo berarti udah biasa sama stress itu”.
Hayih mamae.
Setelah itu gue dikasih obat karena gue mau ke jogja,jadi supaya badan gue tahan.
Tapiii, setelah gue mencelupkan diri loncat dari tebing Gua Pindul nan indah ke dalam air di Gua tersebut JRENG JRENG malemnya gue langsung kambuh. Balik balik langsung parah.
Setelah balik dan makin parah, kakak gue panik. Gue dibawa ke rumah sakit di salemba.
Pas ketemu dokternya, gue berharap dia ngasih penjabaran , ini-kulit-gue-sebenernya-kenapa. Tapi boro-boro :”“///) dia cuma bilang “oh ini.” Terus dia langsung bikin resep. LAH.
Terus gue tanya,”dok ini kenapa ya?”
“Alergi Eksim.” Udah singkat. ITU SAYA UDAH TAU PAK DOKTER :”“//

Terus setelah itu gue ke bagian kasir, bayar.
Pas gue lihat rinciannya , biaya konsultasi : 170rb.
WAAAT.
ASIK ABISS 2 MENIT 170 RB. KONSUL APAAN.
Daan begitulaaah
Sampai saat ini tidak ada perubahan dan malah menyebar ke seluruh badaaan.

Kenapa alergi susah banget move on dari sayaa ya Tuhaan :”“/

Begitulah cerita saya dan alergi.




"Knock, And He’ll open the door
Vanish, And He’ll make you shine like the sun
Fall, And He’ll raise you to the heavens
Become nothing, And He’ll turn you into everything.”
― Rumi






“Oh soul,
you worry too much.
You have seen your own strength.
You have seen your own beauty.
You have seen your golden wings.
Of anything less,
why do you worry?
You are in truth
the soul, of the soul, of the soul.”

Rumi